“Hai orang – orang yang beriman! jika kamu hendak berdiri mengerjakan sholat, basuhlah muka dan tanganmu sampai ke siku, lalu usaplah kepalamu dan basuhlah kedua kakimu sampai ke mata kaki” (Al Maidah ayat 6).Seperti ayat di atas kita diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum sholat. Salah satu hal yang membatalkan wudhu ialah kentut. Pertanyaannya kentut kan keluarnya dari pantat, Mengapa bukan pantatnya saja yang dibasuh?Kata kiai di daerah saya ketika kentut yang malu apa? Pantat apa wajah? Wajahkan yang malu, jadi yang dibasuh ya wajah bukan pantatnya.Berikut ini dapat dijadikan sebagai alasan mengapa kita kentut tidak perlu membasuh pantat. Karena angin (kentut) yang keluar dari tempat tersebut sama sekali tak berpengaruh secara dhohir, sehingga dapat dikatakan bahwa bekasnya telah hilang ketika dibasuh. Selain itu bagian keluarnya angin tersebut tidak termasuk bagian-bagian yang biasa dilihat, sehingga perlu dibasuh, sebagaimana anggota-anggota tubuh yang dibasuh saat wudhu. Jadi jelas sudah, bahwa ketika kentut kita harus wudhu dan pantat tidak perlu dibasuh.Wallahu a’lam.
Rabu, 26 Desember 2018
Ketika Kentut, Mengapa Bukan Pantat yang Dibasuh?
Kamis, 13 Desember 2018
Wanita Lebih Utama Sholat Di Rumah atau Di Masjid?
Istri dari Abu Humaid As-Sa’idi, yaitu Ummu Humaid
pernah mendatangi Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya
sangat ingin sekali shalat berjamaah bersamamu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,
قَدْ
عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ
لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ
صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى
مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ
فِى مَسْجِدِى
“Aku telah mengetahui hal itu bahwa
engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar
khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah).
Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan
rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid
kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid
Nabawi).” Ummu Humaid lantas meminta dibangunkan
tempat shalat di pojok kamar khusus miliknya, beliau melakukan shalat di situ
hingga berjumpa dengan Allah (meninggal dunia, pen.) (HR. Ahmad, 6: 371. Syaikh
Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Namun, ketika seorang wanita ingin sholat
berjamaah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutup aurat, tidak
memakai minyak wangi, dan harus mendapatkan izin suami, maka boleh boleh saja.
Dalam hal ini, seorang wanita bukannya
tidak boleh sholat di masjid, akan tetapi lebih utamanya sholat munfarid di
rumah. Wallahu a’lam.
Semoga kita selalu
mendapat taufiq dan hidayah dari Allah Ta’ala untuk melaksanakan ibadah dengan
sempurna. Aaamiin…
Selasa, 10 November 2015
Tujuh Buah Sifat Yang Menjadikan Orang-Orang Mukmin Beruntung
- Orang yang khusyuk dalam shalatnya
- Orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna
- Orang yang menunaikan zakat
- Orang yang memelihara kemaluannya
- Orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya
- Orang yang memelihara shalatnya
- Orang yang beriman
Mereka itulah yang akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
SUSHANALLAH........ MAHA SUCI ALLAH
Sumber : Al-Qur'an
Sabtu, 31 Oktober 2015
NAMA-NAMA AL-QUR’AN
1. Al-Kitab (buku)
ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Artinya : “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan
padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah:2)
2. Al-Furqan (pembeda
benar salah)
تَبَارَكَ
الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
Artinya :“Maha
Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar
dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan :1)
3. Adz-Dzikr (pemberi
peringatan)
إِنَّا نَحْن نَزَّلْنَا الذِّكْرَوَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
4. Al-Mau’idhah
(pelajaran/nasihat)
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا
فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Yunus:57)
5. Asy-Syifa’
(obat/penyembuh)
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا
فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya:
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57)
6. Al-Hukum
(peraturan/hukum)
وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا
عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ
أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ
وَلِيٍّ وَلا وَاقٍ
Artinya: “Dan demikianlah, Kami telah
menurunkannya (Al Qur’an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan
seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan
kepadamu, maka sekali-kali tidak ada yang pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.”
(QS. Ar-Ra’d:37)
7. Al-Hikmah
(kebijaksanaan)
ذَلِكَ
مِمَّا أَوْحَى إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ وَلا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ
إِلَهًا آخَرَ فَتُلْقَى فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا
Artinya : “Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan
Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping
Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke
neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS.
Al-Isra:39)
8. Al-Huda (petunjuk)
وَأَنَّا
لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلَا يَخَافُ
بَخْسًا وَلَا رَهَقًا
Artinya : “Dan sesungguhnya kami
tatkala mendengar petunjuk (Al Qur’an), kami beriman kepadanya. Barang siapa
beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak
(takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan”
(QS. Al-Jin:13)
9. At-Tanzil (yang
diturunkan)
وَإِنَّهُ
لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Artinya : “Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini
benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. (QS. Asy-Syu’araa’:192)
10. Ar-Rahmat (karunia)
وَإِنَّهُ
لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Artinya : “Dan sesungguhnya Al Quran itu
benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.
An-Naml:77)
11.
Ar-Ruh (ruh)
وَكَذَٰلِكَ
أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚمَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ
وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ
عِبَادِنَا ۚوَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Artinya : “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al
Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al
Kitab (Al Qur'an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami
menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami
kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi
petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS.
Asy-Syuura:52)
12.
Al-Bayan (penerang)
هَذَا
بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya : “(Al-Qur’an) ini adalah
penerangan bagi seluruh manusia, petunjuk serta penlajaran bagi orang-orang
yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran:138)
13. Al-Kalam (ucapan/firman)
وَإِنْ
أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلٰمَ
اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا
يَعْلَمُونَ
Artinya : “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu
meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar
firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu
disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
(QS. at-Taubah:6)
14.
Al-Busyra (kabar gembira)
قُلْ
نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ
آَمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan
Al-Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang
yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
(QS. An-Nahl:102)
15. An-Nur (cahaya)
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا
إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
Artinya : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti
kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan
kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).”
(QS. An Nisaa’:174)
16. Al-Basha’ir (pedoman)
هَٰذَا
بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Artinya : “Al Qur'an ini adalah
pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”(QS. Al-Jaatsiyah:20)
17.
Al-Balagh (penyampaian/kabar)
هَٰذَا
بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ
وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya : “(Al Qur'an) ini adalah
penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya,
dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar
orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”
(QS.Ibrahim:52)
18.
Al-Qaul (perkataan/ucapan)
وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Artinya : “ Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.(QS. Al Qashash:51)
Artinya : “ Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur'an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.(QS. Al Qashash:51)
Langganan:
Postingan (Atom)

